5 Jenis Tomcat: Mana yang Bahaya dan Sering Masuk Rumahmu?

Tomcat bukanlah serangga biasa. Serangga yang satu ini ada banyak jenis dan semuanya punya racun yang bikin kulit kamu merah, gatal, bahkan melepuh.

Namun, di antara semua jenis ini ada satu yang perlu kamu waspadai kehadirannya karena racun yang dimilikinya punya konsentrasi lebih tinggi dibanding jenis lainnya. Dan spesies ini paling sering masuk ke rumah kamu.

Mau tahu jenis apa yang harus diwaspadai? Yuk, temukan jawabannya di artikel ini.

Apa Saja Jenis-jenis Tomcat?

Walau di dunia ada ratusan jenis tomcat, tapi di Indonesia hanya ada beberapa yang sering muncul di sekitar rumah. Yuk kita bahas satu per satu.

1. Paederus fuscipes

Jenis ini yang paling sering kamu temui di rumah, terutama kalau rumahmu dekat persawahan. Warna tubuhnya khas, kepala dan ujung perut hitam, bagian tengah oranye. 

Paederus fuscipes aktif di malam hari dan punya kebiasaan mendekati sumber cahaya. Lampu teras, lampu ruang tamu, bahkan layar TV bisa menarik perhatian mereka. 

Jadi, kalau kamu sering membuka jendela atau pintu saat malam, apalagi dengan lampu menyala, risiko bertemu serangga ini jadi lebih besar.

Baca Juga: Ratu Rayap Bisa Bertelur Puluhan Ribu dalam Sehari!

2. Paederus fasciatus

Jenis tomcat ini pernah bikin heboh di Surabaya beberapa tahun lalu. Ciri fisiknya mirip dengan fuscipes, tapi pola warna oranyenya agak berbeda. 

Sama seperti saudaranya, fasciatus aktif malam dan suka mendekat ke sumber cahaya. 

Bedanya, mereka sering ditemukan di area yang lembap seperti dekat taman kota, sungai, atau rawa kecil. 

Jadi, kalau rumah kamu berada di sekitar area hijau atau punya halaman dengan vegetasi rimbun, peluang bertemu si fasciatus ini cukup tinggi.

3. Paederus littoralis

Jenis tomcat ini banyak ditemukan di daerah pantai dan muara sungai. Mereka suka tinggal di vegetasi rendah dekat perairan. 

Warga pesisir sering nggak sadar kalau serangga yang hinggap di kulit mereka adalah tomcat, sampai keesokan harinya kulit mulai merah dan perih.

Baca Juga: Jasa Pengendali Hama Gudang Berpengalaman

4. Paederus melampus

Kalau yang ini sebenarnya lebih banyak ditemukan di India dan wilayah Asia Selatan, tapi bukan berarti Indonesia aman dari kehadirannya. 

Paederus melampus juga bisa muncul di daerah tropis lain, termasuk Indonesia, terutama di kawasan dengan iklim lembap dan banyak sumber air.

Bentuk dan warnanya sekilas mirip saudara-saudaranya, jadi sulit dibedakan kalau bukan oleh ahli serangga (entomolog). 

Sama seperti jenis lainnya, racun mereka mengandung pederin yang cukup kuat untuk memicu iritasi kulit serius. 

Meski jarang disebut-sebut di Indonesia, tetap saja jenis ini punya potensi bahaya yang sama.

5. Paederus crebrepunctatus

Memang jenis tomcat ini bukan asal Indonesia, tapi sering dijadikan contoh karena menyebabkan iritasi parah di negara asalnya.

Ciri khasnya adalah warna oranye cerah di tengah tubuh. 

Meski kemungkinannya kecil buat kamu ketemu di sini, penting buat tahu kalau jenis paederus di mana pun punya racun yang berbahaya.

Baca Juga: Jasa Pembasmi Rayap Profesional dan Bergaransi

Mana Jenis Tomcat yang Paling Berbahaya?

Dari kelima jenis tomcat yang sudah disebutkan sebelumnya, jenis paederus fuscipes adalah yang paling berbahaya dan paling sering berinteraksi dengan manusia.

Jenis ini punya racun paederin dengan konsentrasi tinggi, sehingga kontak singkat saja bisa memicu dermatitis serius, biasanya ditandai dengan kulit kemerahan, rasa terbakar, dan bahkan melepuh.

Paederus fuscipes suka mendekat ke sumber cahaya, terutama di malam hari. Inilah kenapa jenis ini sering banget masuk ke rumah kamu dibanding jenis tomcat lainnya.

Meski begitu, bukan berarti jenis tomcat lain aman sepenuhnya.

Paederus fasciatus dan paederus littoralis juga bisa menyebabkan iritasi kulit dengan gejala yang mirip, hanya saja tingkat keparahannya biasanya lebih ringan dibanding paederus fuscipes.

Baca Juga: Butuh Jasa Pest Control Surabaya Bergaransi?

Kenapa Tomcat Berbahaya?

Masalah utamanya ada di pederin, racun alami yang dibawa tomcat. Walau kadar racunnya mini, pederin ini jauh lebih kuat dibanding bisa ular kalau dihitung per berat racun.

Efeknya nggak langsung terasa, biasanya baru muncul 12–36 jam setelah terkena.

Gejala ketika terkena racun ini akan menyebabkan:

  • Kulit kemerahan
  • Rasa panas atau perih
  • Muncul gelembung cairan
  • Iritasi bisa menyebar kalau racunnya terbawa tangan ke bagian tubuh lain, termasuk mata

Baca Juga: Jasa Pest Control Rumah Sakit Bergaransi

Tips Supaya Rumah Kamu Bebas Tomcat

Agar tomcat tidak sering masuk ke rumah kamu, ada beberapa tips yang bisa kamu lakukan:

  • Kurangi cahaya terang di malam hari yang mengarah keluar rumah.
  • Gunakan kasa nyamuk di jendela dan ventilasi.
  • Bersihkan area sekitar rumah dari rumput tinggi atau genangan air yang bisa jadi tempat singgah serangga.

Kalau tomcat sudah terlanjur lalu lalang di rumah kamu dan mulai bikin khawatir akan dampaknya, ada tips yang bisa bantu kamu untuk mengusirnya. Mau tahu panduan lengkapnya? Yuk, baca artikel ini: Cara Ampuh Hilangkan Tomcat Hingga Tuntas.

Tomcat termasuk hama musiman, tapi kalau populasinya tinggi di sekitar rumah, kamu butuh penanganan yang lebih serius.

Kalau kamu perlu penangan profesional, menggunakan jasa pest control seperti Pestigo adalah solusi yang efisien.

Pestigo siap membantu kamu mengatasi masalah serangga, termasuk tomcat dengan metode yang tepat, aman, dan efektif.

Lebih enak lagi, ada survei gratis. Jadi, kamu bisa tanya-tanya dulu sebelum ambil tindakan.

Mau rumahmu bebas dari serangan tomcat? Yuk, pestigoin sekarang juga!

Referensi:

  • iNaturalist. Diakses pada 2025. Paederus fuscipes.
  • GBIF. Diakses pada 2025. Paederus fuscipes species information.
  • MB International Publications. Diakses pada 2025. Study on Paederus beetles and toxin pederin.
  • Oxford Academic. Diakses pada 2025. Biology and Ecology of Paederus Beetles.
  • RSUD Cabangbungin. Diakses pada 2025. Waspada Serangan Tomcat.
Share on Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seventeen − ten =

Need help? Let's chat with us!

We are here to help you! Do not hesitate to ask us anything. Click below to start chat.

Customer Support

Customer Support

Online

Customer Support

Hi, What can i do for you? 00.00