Banyak metode rumahan dipercaya bisa mengusir nyamuk. Salah satunya dengan menggunakan garam. Katanya sih, cukup tabur atau semprot cairan garam, nyamuk bisa kabur atau bahkan mati. Kedengarannya simpel, ya.
Tapi apakah benar garam seampuh itu atau cuma mitos yang terlanjur dipercaya turun-temurun? Yuk, kita bahas faktanya.
Benarkah Garam Bisa Mengusir atau Membunuh Nyamuk?
Belum ada bukti kuat yang menyatakan bahwa garam efektif membunuh atau mengusir nyamuk dewasa.
Melansir penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Medical Entomology, para peneliti menyimpulkan bahwa garam tidak terbukti efektif membunuh nyamuk dewasa.
Studi ini menguji beberapa spesies nyamuk penting yang juga banyak ditemukan di Indonesia, seperti Aedes, Culex, dan Anopheles.
Hasilnya cukup jelas. Paparan larutan garam dengan konsentrasi yang realistis (yang biasa digunakan di rumah) tidak menyebabkan kematian signifikan pada nyamuk dewasa. Artinya, menabur garam di sudut rumah atau mencampurnya dengan air bukan cara yang ampuh.
Bahkan, hingga saat ini, belum ada rekomendasi dari lembaga kesehatan atau entomologi yang menyarankan cara mengusir nyamuk dengan garam sebagai metode pengendalian yang efektif.
Baca Juga: 7 Jenis Nyamuk yang Berbahaya dan Penyakit yang Dibawanya
Kenapa Garam Tidak Efektif Mengusir Nyamuk?
Pertama, nyamuk tidak punya reaksi khusus terhadap garam. Mereka tidak takut, tidak terganggu, dan juga tidak terpengaruh oleh aroma garam.
Garam sendiri tidak menghasilkan senyawa volatil atau bau yang bisa mengacaukan sistem penciuman nyamuk.
Kedua, secara fisiologis, nyamuk sudah terbiasa dengan garam. Darah manusia yang mereka hisap juga mengandung natrium. Jadi, tubuh nyamuk punya mekanisme untuk mengatur keseimbangan garam, sehingga paparan dalam jumlah kecil tidak berdampak berarti.
Ketiga, konsentrasi garam dalam praktik rumahan biasanya terlalu rendah. Supaya garam bisa bersifat toksik, kadarnya harus sangat tinggi. Masalahnya, kalau terlalu pekat, nyamuk justru akan menghindari air tersebut sejak awal, bukan mati karena terpapar.
Keempat, ada anggapan bahwa menaburkan garam di air bisa membunuh jentik. Faktanya, beberapa spesies nyamuk seperti Aedes justru toleran terhadap kadar garam tertentu.
Dalam kondisi tertentu, lingkungan dengan sedikit garam malah tidak menghambat pertumbuhan mereka.
Kesimpulannya jelas, ya. Garam tidak direkomendasikan sebagai metode pengendalian nyamuk, baik untuk nyamuk dewasa maupun jentik, berdasarkan panduan dan penelitian ilmiah yang ada.
Baca Juga: Benarkah 5 Jenis Tanaman Ini Bisa Usir Nyamuk? Cek Faktanya
Apa Saja Cara Efektif Mengendalikan Nyamuk?
Kalau cara mengusir nyamuk dengan garam tidak efektif, lalu apa solusinya? Tenang, ada banyak cara yang terbukti secara ilmiah dan relevan dengan kondisi rumah di Indonesia.
Menghilangkan Sumber Air Tergenang
Air tergenang adalah tempat favorit nyamuk untuk bertelur dan berkembang biak. Ember bekas, tatakan pot, saluran air mampet, sampai bak mandi yang jarang dikuras bisa jadi sarang nyamuk. Tanpa air, siklus hidup nyamuk terputus total. Jadi, rajin cek dan buang genangan air.
Gunakan Kasa atau Kelambu
Barrier fisik seperti kasa jendela dan kelambu masih sangat efektif. Cara ini ramah lingkungan, minim risiko, dan cocok untuk kamu yang punya anak kecil atau hewan peliharaan. Nyamuk jadi sulit masuk, tanpa perlu bahan kimia berlebihan.
Menggunakan Repellent dengan Bahan Teruji
Bahan seperti DEET, picaridin, dan minyak lemon eucalyptus terbukti mampu memblokir reseptor penciuman nyamuk. Nyamuk jadi bingung dan tidak tertarik mendekat.
Dibanding bahan rumahan, repellent dengan kandungan ini lebih aman dan lebih konsisten hasilnya jika digunakan sesuai aturan.
Baca Juga: Ini Bahaya Gigitan Nyamuk Chikungunya dan Gejala Umumnya
Pasang Perangkap Nyamuk UV atau CO₂
Perangkap nyamuk modern bekerja dengan memikat nyamuk menggunakan cahaya UV atau gas CO2 yang menyerupai napas manusia.
Alat ini membantu mengurangi populasi nyamuk dewasa di dalam rumah, terutama jika dipasang secara rutin dan di lokasi yang tepat.
Gunakan Larvasida yang Direkomendasikan
Untuk mengendalikan jentik, Bacillus thuringiensis israelensis (Bti) adalah salah satu larvasida yang direkomendasikan. Bti bekerja secara spesifik pada larva nyamuk dan aman bagi manusia maupun hewan.
Gunakan Aromaterapi Penolak Nyamuk
Minyak citronella, lavender, dan peppermint memang tidak sekuat repellent kimia, tapi bisa membantu sebagai repellent ringan. Cocok untuk area santai seperti ruang keluarga atau teras.
Agar lebih efektif, aromaterapi bisa digunakan dengan cara diteteskan ke diffuser, lilin aromaterapi, atau dicampur dengan air dalam botol semprot. Penggunaan rutin dapat membantu mengurangi intensitas nyamuk yang masuk, meski hasilnya bersifat sementara.
Baca Juga: Terbukti Ampuh! Ini 7 Cara Mengusir Nyamuk Secara Alami
Tanda Serangan Nyamuk yang Perlu Diwaspadai Seperti Apa?
Serangan nyamuk sering kali tidak disadari sejak awal, padahal ada beberapa tanda yang perlu diwaspadai.
Salah satunya adalah banyaknya nyamuk yang terlihat di area lembap atau gelap, seperti di balik furnitur, tirai, atau kamar mandi, karena nyamuk dewasa memang suka bersembunyi di tempat-tempat tersebut.
Selain itu, sering menemukan jentik di ember, bak air, atau pot tanaman yang tergenang merupakan alarm serius bahwa siklus hidup nyamuk sedang aktif berlangsung di rumah.
Tanda lainnya adalah munculnya gigitan nyamuk secara berulang pada waktu tertentu, misalnya gigitan di pagi hingga siang hari bisa mengindikasikan nyamuk Aedes, sedangkan gigitan pada malam hari lebih sering berkaitan dengan nyamuk Culex.
Jika tanda-tanda ini muncul bersamaan, besar kemungkinan populasi nyamuk di rumah sudah cukup banyak dan perlu segera ditangani.
Baca Juga: Jasa Pembasmi Nyamuk Profesional, Terbukti Efektif dan Bergaransi
Apa Solusi Profesional Mengendalikan Nyamuk?

Dalam banyak kasus, cara rumahan hanya mengurangi nyamuk sementara. Masalah utama sering kali ada pada sumber dan siklus hidupnya.
Layanan pest control profesional seperti Pestigo melakukan inspeksi menyeluruh untuk mengidentifikasi titik berkembang biak, pola aktivitas nyamuk, dan kondisi lingkungan rumah.
Strategi yang digunakan tidak hanya fokus membunuh nyamuk dewasa, tetapi juga mencakup pencegahan dan pengendalian jentik.
Satu lagi solusi efektif Pestigo untuk mengatasi nyamuk adalah misting. Cara ini mirip dengan fogging, bedanya misting berbasis air dan menghasilkan residu yang lebih aman dan ramah lingkungan.
Nah, kalau kamu ingin tahu keunggulan misting Pestigo dalam mengendalikan nyamuk, yuk baca artikel ini: Jasa Misting Nyamuk Pestigo.
Jangan biarkan masalah nyamuk bikin kamu nggak tenang atau malah mengancam kesehatan keluarga. Yuk, Pestigo-in sekarang juga dan tuntaskan masalah nyamuk hingga ke akarnya.
Referensi:
- National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2025. Effects of Salinity on Mosquito Development and Survival.
- Environmental Literacy Council. Diakses pada 2025. Will Salt Keep Mosquitoes Out of Water?
- ScienceDaily. Diakses pada 2025. Mosquitoes’ Ability to Adapt to Environmental Stressors.
- National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2025. Physiological Responses of Mosquitoes to Environmental Conditions.
- CNN Health. Diakses pada 2025. How to Repel Mosquitoes Scientifically.







