Sarang Laron Muncul di Rumahmu? Awas, Ini Awal Masalah Besar

Saat musim hujan, sering kali laron muncul di rumah kamu. Bahkan, terkadang tak jauh dari kerumunan itu, ada sarangnya.

Mungkin saat melihatnya, kamu merasa biasa-biasa saja. Padahal, bisa jadi itu tanda peringatan kalau sebenarnya rumahmu dalam masalah besar. Sayangnya, nggak banyak orang sadar ancaman itu. Mereka tahunya kalau masalah sudah muncul di depan mata.

Nah, biar kondisi ini nggak kejadian, yuk kenali apa sebenarnya potensi ancamannya agar kamu punya langkah antisipasi.

Apakah Laron Punya Sarang Sendiri?

Tidak, laron sebenarnya tidak punya sarang sendiri.

Hal ini penting diluruskan, istilah sarang laron dalam rumah sering dipahami secara keliru. Karena yang selama ini dianggap sebagai sarang laron, pada dasarnya adalah sarang rayap.

Laron adalah kasta reproduktif rayap, atau dikenal sebagai alates. Mereka berasal dari koloni rayap yang sudah dewasa dan stabil.

Tugasnya bukan membangun sarang, melainkan keluar dari koloni induk untuk kawin dan membentuk koloni baru.

Sementara, sarang yang banyak orang sangka sebagai sarang laron itu pada dasarnya berupa:

  • Sarang rayap tanah (subterranean termites): Berada di bawah tanah, fondasi, atau struktur bangunan. Jenis ini paling umum di Indonesia.
  • Sarang rayap kayu (drywood termites): Berada di dalam kusen, plafon, kuda-kuda atap, lemari, atau furnitur kayu.
  • Mud tubes atau tabung tanah: Jalur pelindung yang dibuat rayap pekerja untuk bergerak tanpa terkena udara terbuka.

Perlu diketahui, laron hanya akan keluar dari koloni rayap yang sudah dewasa. Umumnya, koloni ini telah berkembang selama lebih dari 3 tahun. Artinya, saat laron muncul, aktivitas ekspansi rayap sedang dimulai.

Baca Juga: Laron Suka Masuk Rumahmu? Ini Cara Ampuh Mengusirnya

Kenapa Laron Keluar dari Sarangnya?

Kemunculan laron bukan kejadian acak. Ada proses biologis dan kondisi lingkungan tertentu yang mendorong mereka keluar dari koloni. Itu sebabnya, laron hampir selalu muncul di waktu dan situasi yang mirip.

Proses Alami Reproduksi

Laron keluar sebagai bagian dari siklus hidup rayap. Saat koloni induk sudah cukup besar, rayap akan menghasilkan laron jantan dan betina untuk memperluas populasi.

Kemunculan laron menandakan koloni tersebut aktif dan berkembang, bukan melemah.

Dipicu Cuaca dan Kelembapan

Di Indonesia, laron paling sering muncul setelah hujan atau saat udara terasa lembap. Kelembapan tinggi membantu laron:

  • Bertahan lebih lama di udara
  • Mengurangi risiko dehidrasi
  • Meningkatkan peluang menemukan pasangan dan lokasi koloni baru

Itulah sebabnya, kemunculan laron sering terjadi secara serentak dalam jumlah banyak, terutama pada malam hari setelah hujan. Kondisi ini sangat ideal bagi mereka untuk melakukan penerbangan kawin (nuptial flight).

Beberapa penelitian juga menyebut bahwa perubahan tekanan udara dan suhu setelah hujan turut memicu keluarnya laron dari sarang

Cahaya Menarik Pergerakan Laron

Laron tertarik pada cahaya lampu (phototaxis positif). Inilah alasan mengapa mereka sering terlihat mengerubungi lampu rumah pada malam hari.

Banyak orang mengira laron datang dari luar. Padahal, dalam beberapa kasus, laron justru keluar dari sarang rayap dalam rumah, lalu bergerak menuju sumber cahaya.

Baca Juga: Laron dan Rayap Apakah Sama? Ternyata Begini Faktanya

Kalau Ada Sarang Laron di Rumah, Itu Pertanda Apa?

Ini yang perlu sangat diwaspadai karena munculnya laron bisa menjadi pengingat kalau ada masalah di rumah kamu.

Kemungkinan Ada Koloni Rayap Aktif di Struktur Rumah

Laron tidak muncul sendirian. Kalau kamu melihat banyak laron beterbangan atau menemukan sayapnya berserakan, hampir bisa dipastikan ada koloni rayap aktif di dekat area tersebut.

Koloni ini bukan berisi satu dua ekor rayap. Di dalamnya ada ribuan hingga jutaan rayap pekerja yang bekerja terus-menerus. Tugas utama mereka adalah mencari makanan, dan dalam konteks rumah, makanan itu sering kali berupa kayu dan material bangunan.

Rayap pekerja bisa menggerogoti:

  • Kayu rangka bangunan
  • Pelapis dinding berbahan kayu
  • Furnitur dan perabot rumah
  • Elemen bangunan yang jarang terlihat dari luar

Koloni Rayap Sudah Dewasa dan Sedang Berkembang Biak

Semakin banyak laron yang muncul, biasanya semakin besar koloninya. Ini bukan fase awal, tapi fase ekspansi. Artinya, rayap sudah merasa aman dan siap memperluas wilayah.

Ditambah kondisi lingkungan yang lembap dan ketersediaan sumber makanan seperti kayu menjadi faktor pendukung utama keberhasilan koloni ini.

Pada tahap ini, rayap pekerja sudah terbentuk dengan baik, sehingga koloni mampu bertahan dari gangguan luar dan terus memproduksi laron untuk reproduksi.

Risiko Kerusakan Bangunan Semakin Tinggi

Rayap dapat menyerang:

  • Kuda-kuda atap
  • Kusen pintu dan jendela
  • Lemari dan furnitur kayu
  • Parket atau lantai kayu
  • Struktur penopang bangunan

Itulah kenapa jika telat penanganan bisa menimbulkan risiko besar. Masalahnya, kerusakan luar baru terlihat saat kondisi sudah cukup parah.

Baca Juga: Laron Pertanda Bahaya Ada Rayap di Rumah

Apa yang Harus Dilakukan Saat Banyak Laron di Rumah?

Kalau melihat banyak laron di sekitar rumahmu, kamu harus waspada dan lakukan beberapa tips berikut agar potensi ekspansi laron tidak menyebar ke rumahmu.

Matikan Lampu yang Menarik Laron

Laron sangat tertarik pada cahaya, sehingga lampu yang menyala dapat mengundang mereka untuk berkumpul.

Oleh karena itu, mematikan lampu menjadi langkah awal yang efektif untuk mengurangi jumlah laron yang datang.

Meskipun cara ini belum menjadi solusi utama, tindakan tersebut dapat membantu mengendalikan situasi agar tidak semakin parah.

Bersihkan Sayap Laron yang Rontok

Setelah laron siap membentuk koloni baru, sayap mereka akan rontok dan sering kali menumpuk di beberapa titik tertentu.

Tumpukan sayap ini dapat menjadi tanda awal adanya aktivitas laron dan menunjukkan lokasi yang berpotensi menjadi tempat terbentuknya koloni baru.

Dengan membersihkan sayap-sayap tersebut, indikasi lokasi ideal bagi koloni baru dapat dihilangkan sehingga membantu mengurangi risiko berkembangnya sarang laron.

Periksa Area yang Berpotensi Ada Sarang

Perhatikan area seperti:

  • Retakan dinding
  • Plafon
  • Kusen kayu
  • Bawah lantai
  • Belakang furnitur

Cari tanda seperti mud tubes, kayu keropos, atau serbuk halus.

Hindari Menggunakan Insektisida Semprot Sembarangan

Penggunaan insektisida semprot secara sembarangan sebaiknya dihindari karena umumnya hanya membunuh laron yang terlihat, bukan koloni utama rayap.

Sementara itu, rayap pekerja tetap hidup dan dapat berpindah jalur ke area lain. Penanganan yang tidak tepat justru berisiko memperparah penyebaran rayap dan membuat masalah semakin sulit dikendalikan.

Baca Juga: Cuma Pestigo, Jasa Anti Rayap Jakarta Profesional & Terbukti Efektif!

Solusi Profesional Pestigo untuk Ancaman Laron dan Rayap

Laron adalah tanda jelas koloni rayap sedang aktif. Masalah ini tidak bisa diselesaikan dengan semprotan biasa.

Pestigo menangani masalah rayap secara menyeluruh melalui:

  • Inspeksi mendalam untuk menemukan sarang utama dan jalur mud tubes.
  • Metode profesional seperti soil treatment, injection system, baiting system, dan termitisida aman berstandar internasional.
  • Teknisi bersertifikasi dengan pengalaman menangani rumah, ruko, restoran, gudang, hingga bangunan industri.
  • Solusi jangka panjang dengan garansi, bukan sekadar penanganan sementara.

Kalau kamu ingin tahu apa saja layanan yang pas untuk mengatasi ancaman rayap di rumahmu dan keunggulan Pestigo, yuk temukan informasi lengkapnya di sini: Jasa Anti Rayap Bergaransi Pestigo.

Jangan biarkan ancaman rayap makin nyata. Segera Pestigo-in sekarang agar rumah tetap nyaman dan aman.

Hubungi kami untuk mendapatkan survei dan konsultasi gratis!

Referensi:

  • JES-TM (Journal of Engineering and Science Transactions on Materials). Diakses pada 2025. Termite and Related Insect Infestation in Building Materials.
  • ScienceDirect. Diakses pada 2025. Insights into Termite Behavior and Its Implications on Wood Structure Degradation.
  • National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2025. Termite Biology, Ecology and Management: A Review.
  • MDPI — Insects Journal. Diakses pada 2025. Colony Development and Sexual Caste Differentiation in Termites.
  • Institute for Creation Research (ICR). Diakses pada 2025. Termite Nest Architectural Design Clearly Seen.
  • CABI Digital Library. Diakses pada 2025. Termite Ecology and Control with Relevance to Building Infestation.
Share on Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 × 1 =

Need help? Let's chat with us!

We are here to help you! Do not hesitate to ask us anything. Click below to start chat.

Customer Support

Customer Support

Online

Customer Support

Hi, What can i do for you? 00.00