Kapur barus memang punya bau yang tajam, makanya sering digunakan untuk tujuan mengusir tikus. Anggapan ini muncul karena tikus punya indra penciuman yang sensitif, sehingga bau kuat seperti kapur barus diyakini mampu membuat mereka menjauh.
Namun, benarkah kapur barus efektif mengusir tikus atau hanya sekadar mitos yang terlanjur dipercaya? Biar nggak salah kaprah, yuk simak faktanya di sini.
Apa Itu Kapur Barus dan Kandungannya?
Kapur barus atau kamper adalah bahan padat beraroma kuat yang perlahan menguap menjadi gas. Di Indonesia biasanya dipakai di lemari supaya baju nggak dimakan ngengat.
Sebagian besar produk kapur barus modern mengandung:
- Naphthalene
- Paradichlorobenzene
Keduanya bukan pewangi, tetapi sebenarnya pestisida yang berkerja melalui uap.
Secara regulasi internasional, mothballs (kapur barus) didesain khusus untuk mengendalikan ngengat di ruang tertutup seperti lemari pakaian atau kontainer.
Cara kerjanya bukan sebagai pengusir bau, melainkan menghasilkan uap kimia beracun dalam ruang tertutup dengan konsentrasi tinggi.
Jadi kalau kamu taruh di dapur, bawah lemari, atau garasi, maka gasnya langsung menyebar dan kadarnya terlalu rendah untuk berdampak pada tikus.
Baca Juga: Cara Hilangkan Bau Bangkai Tikus yang Tak Ditemukan
Apakah Kapur Barus Bisa Mengusir Tikus?
Kapur barus tidak terbukti efektif untuk mengatasi infestasi tikus aktif. Sampai sekarang belum ada bukti ilmiah kuat bahwa metode ini bekerja secara konsisten.
Ada beberapa alasan kenapa kapur barus tidak efektif untuk tikus, antara lain:
- Kapur barus tidak didesain untuk tikus karena fungsi aslinya hanya untuk ngengat di ruang tertutup.
- Kapur barus tidak membunuh atau mengontrol populasi tikus, sehingga mereka tetap berkembang biak.
- Efek kapur barus tidak stabil dan tikus bisa beradaptasi dengan aromanya.
- Kapur barus bekerja lewat uap, tetapi di rumah yang terbuka uapnya cepat menyebar sehingga tidak cukup kuat untuk mengusir tikus.
Intinya, kapur barus bukan solusi yang tepat untuk mengusir tikus. Meski bagi manusia punya aroma yang tajam, tetapi belum tentu itu punya efek kuat untuk mengusir tikus.
Baca Juga: Aroma Ini Bikin Tikus Gagal Masuk Rumah
Kenapa Bau Kapur Barus Bukan Solusi Jangka Panjang?
Ada beberapa alasan kenapa kapur barus tidak dianjurkan sebagai solusi pengusir tikus, apalagi jika digunakan secara jangka panjang.
Tikus Bisa Beradaptasi dengan Bau Menyengat
Tikus punya sifat neophobia yaitu takut dengan hal-hal baru. Pas pertama ditaruh, tikus bakal menjauh karena ada bau baru yang menyengat. Mereka memang gampang curiga sama hal asing.
Tapi setelah beberapa hari dan nggak ngefek ke mereka, tikus sadar itu bukan bahaya. Alhasil, lewat lagi seperti biasa.
Efek Repellent Umumnya Sementara
Di kondisi ruangan rumah terbuka, kapur barus tidak melukai tikus. Efeknya cuma bikin tidak nyaman di awal. Karena tidak ada ancaman nyata, tikus akan beradaptasi.
Inilah sebabnya kamper sering hanya memberikan efek penolak sementara, bukan solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah tikus di rumah.
Bau Tidak Menghilangkan Sumber Masalah
Tikus datang ke rumah bukan karena ada yang mereka butuhkan. Jadi, selama masih ada sisa makanan, celah masuk dari luar, dan area aman untuk bersembunyi, maka tikus akan terus berdatangan.
Karena itu, selama hal tersebut ada di rumah kamu, aroma kapur barus tidak akan efeknya.
Baca Juga: Bau Kencing Tikus Tak Kunjung Hilang? Coba Cara Ini
Apa Risiko Pakai Kapur Barus di Dalam Rumah?
Nah ini yang jarang dibahas. Karena dianggap bahan rumahan, orang sering menaruh kapur barus di dapur, bawah lemari, sudut ruangan, bahkan dekat kasur.
Padahal penggunaan kamper di sembarang tempat ada risikonya, lho. Ini beberapa dampak kesehatan yang bisa muncul, seperti:
- Iritasi pernapasan
- Pusing dan mual
- Keracunan pada anak
- Berbahaya bagi hewan peliharaan
Beberapa studi menunjukkan paparan senyawa kamper dapat memengaruhi sistem tubuh sehingga penggunaan sembarangan di rumah perlu dihindari.
Selain itu, uap kimia yang terakumulasi berpotensi menurunkan kualitas udara dalam ruangan.
Baca Juga: Perbedaan Tikus dan Curut yang Mudah Dikenali
Bagaimana Cara Efektif Mengusir Tikus dari Rumah?
Daripada menggunakan kapur barus, sebenarnya ada beberapa cara yang lebih efektif untuk mengusir tikus. Cara ini terbilang gampang dan kamu bisa mulai menerapkannya di rumah mulai sekarang.
Bau Predator
Di alam, tikus cenderung menghindari bau hewan pemangsa. Aroma seperti urine kucing bisa membuat mereka lebih waspada dan menjauh dari area tertentu karena dianggap sebagai tanda keberadaan predator.
Untuk area luar rumah, metode ini menjadi cara alami untuk mengurangi aktivitas tikus. Namun, untuk penggunaan di dalam rumah, cara ini kurang praktis dan mengganggu kebersihan. Karena itu, biasanya diperlukan alternatif lain yang lebih aman dan ramah lingkungan.
Bahan Alami (Peppermint Oil, Ammonia)
Beberapa jenis aroma tertentu juga sering digunakan untuk membantu mengusir tikus, misalnya peppermint oil dan ammonia.
Kedua aroma ini cukup kuat bagi sistem penciuman tikus, sehingga membuat mereka merasa tidak nyaman dan cenderung menghindari area yang menjadi sumber bau.
Namun, efek metode ini biasanya terbatas. Jika jumlah infestasi tikus sudah cukup besar, penggunaan aroma saja umumnya tidak lagi efektif untuk mengusirnya.
Metode Kimia dan Mekanis yang Terbukti Efektif
Cara yang benar untuk menurunkan serangan tikus bukan mengandalkan kamper, tapi menghilangkan alasan mereka tinggal di rumahmu. Pendekatan ini dikenal sebagai Integrated Pest Management (IPM).
Biasanya meliputi:
- Menutup semua jalur masuk tikus.
- Memasang perangkap mekanik di jalur aktif.
- Menggunakan umpan tikus yang terdaftar.
- Membersihkan sumber makanan dan tempat sembunyi.
Dengan cara ini tikus tidak cuma pindah ruangan, tapi jumlahnya memang berkurang karena mereka tidak bisa hidup di dalam bangunan.
Baca Juga: Yakin Garam Ampuh Usir Lalat? Begini Faktanya
Apa Peran Pest Control Profesional dalam Mengatasi Tikus?

Mengusir tikus terkadang memang bisa diselesaikan secara mandiri. Akan tetapi, dalam beberapa kasus di mana serangan tikus sangat masif dan tampak tidak ada tanda penurunan populasi, maka kamu perlu langkah yang lebih efektif lagi.
Cari tersebut, hanya bisa dilakukan oleh pest control profesional karena mereka punya metode yang sudah terbukti mampu menangani masalah serius serangan tikus.
Pest control seperti Pestigo menerapkan beberapa tahapan dalam membereskan masalah tikus, mulai dari:
- Inspeksi menyeluruh untuk mencari jalur masuk, sarang, dan sumber makanan.
- Menerapkan strategi IPM berbasis data, bukan sekadar pasang perangkap saja.
- Menggunakan produk terdaftar dan dengan dosis yang tepat, sehingga hasilnya aman.
- Monitoring berkala untuk memantau populasi tikus.
Langkah penanganan seperti ini akan memberikan efek yang lebih efektif dalam mengendalikan infestasi tikus dalam jangka panjang.
Perlu diingat dalam mengusir tikus, pastikan berhati-hati. Karena banyak yang menggunakan cara instan dengan menggunakan racun tikus. Padahal kalau penggunaanya tidak sesuai bisa berdampak serius untuk penghuni rumah.
Kenapa bisa demikian? Yuk, simak penjelasan lengkapnya di artikel ini: Bahaya Pakai Racun Tikus.
Nah, kalau ingin rumah kamu bebas dari serangan tikus, ingat Pestigo-in aja! Layanan kami sudah terbukti efektif sebagai solusi masalah tikus.
Kontak kami dan dapatkan konsultasi serta survei gratis
Referensi:
- ResearchGate. Diakses pada 2026. The Effect of Camphor on the Male Mice Reproductive System
- National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2026. Rodent Habituation and Behavioral Response
- Springer. Diakses pada 2026. Rodent Behavior and Repellent Response Study
- Allied Academies. Diakses pada 2026. Investigation of Cinnamomum camphora Oil in Experimental Mice
- PubMed. Diakses pada 2026. Toxicological Effects of Camphor Compounds
- ScienceDirect. Diakses pada 2026. Rodent Behavioral and Chemical Exposure Study







