Gak Cuma Bengkak! Ini Efek Gigitan Kelabang yang Lebih Parah

Kelabang adalah salah satu hama yang cukup sering ditemukan di lingkungan rumah, terutama di area lembap, seperti kamar mandi, dapur, atau gudang.

Meski ukurannya relatif kecil, kelabang punya racun yang cukup berisiko. Kalau kena gigitannya tak hanya bikin bengkak saja. Bahkan di kondisi tertentu bisa menyebabkan masalah kesehatan yang lebih parah.

Mau tahu apa saja risikonya? Yuk, kita bahas dan apa langkah pertolongannya.

Kelabang Mengandung Racun Apa?

Kelabang memiliki racun (venom) yang disuntikkan melalui sepasang taring khusus yang disebut forcipules.

Taring ini terhubung langsung dengan kelenjar racun. Jadi, saat menggigit, racun bisa disuntikan langsung masuk ke dalam jaringan kulit.

Secara umum, racun kelabang mengandung beberapa zat aktif, seperti:

  • Histamin: pemicu reaksi peradangan.
  • Enzim proteolitik: perusak jaringan di sekitar luka.
  • Toksin lain: sebagai pelumpuh mangsa kecil seperti serangga atau hewan kecil.

Fungsi racun ini sebenarnya bukan untuk menyerang manusia, ya. Racun kelabang dibuat untuk melumpuhkan mangsa agar mudah dimakan.

Namun, saat mengenai manusia, racunnya juga bisa membuat tubuh bereaksi cukup keras.

Pada kebanyakan orang, reaksi yang muncul berupa inflamasi. Namun, pada beberapa kasus reaksinya bisa lebih berat.

Baca Juga: Jangan Panik! Ini Penyebab Kelabang Sering Masuk Rumah Kamu

Apakah Gigitan Kelabang Berbahaya?

Terkena racun akibat gigitan kelabang bisa dibilang berbahaya, meski umumnya tidak berpotensi menyebabkan kematian.

Jadi, bukan berarti bisa dianggap remeh karena risiko ini akan meningkat pada:

  • Anak-anak.
  • Lansia.
  • Orang dengan riwayat alergi.
  • Orang dengan daya tahan tubuh lemah.

Gigitan kelabang bisa menimbulkan reaksi lokal, seperti nyeri dan bengkak. Tapi pada sebagian orang, bisa muncul reaksi sistemik, seperti mual, pusing, atau demam.

Kelabang tropis berukuran besar yang banyak ditemukan di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, diketahui memiliki racun yang lebih kuat. 

Melansir National Center for Biotechnology Information (NCBI), racun kelabang dari genus tertentu dapat memengaruhi sistem saraf dan jantung pada hewan percobaan, meski kasus berat pada manusia tergolong jarang.

Selain itu, bahaya lain yang sering luput diperhatikan adalah infeksi sekunder. Luka gigitan yang tidak dibersihkan dengan benar bisa menjadi pintu masuk bakteri. Apalagi kalau digaruk karena gatal atau dibiarkan lembap.

Baca Juga: Laron dan Rayap Apakah Sama? Ternyata Begini Faktanya

Seperti Apa Efek Digigit Kelabang?

Setiap orang bisa merasakan efek yang berbeda. Namun secara umum, efek digigit kelabang bisa dibagi menjadi beberapa tingkat.

Efek Ringan

Efek ini paling sering dialami:

  • Bengkak dan kemerahan
  • Rasa panas atau perih
  • Nyeri yang bertahan beberapa jam
  • Gatal di area gigitan

Biasanya, efek ini akan membaik dalam satu sampai dua hari jika ditangani dengan baik.

Baca Juga: Seampuh Apa Metode Injeksi Rayap: Efektif atau Cuma Gimmick?

Efek Sedang hingga Berat

Pada kondisi tertentu, reaksi tubuh bisa lebih kuat:

  • Pembengkakan meluas ke area sekitar
  • Mual atau pusing
  • Demam ringan
  • Bentol besar akibat reaksi alergi

Di tahap ini, aktivitas sehari-hari bisa mulai terganggu.

Efek Parah (Kasus Jarang)

Meski jarang terjadi, kondisi ini tetap perlu diwaspadai:

  • Reaksi alergi berat atau anafilaksis
  • Sesak napas
  • Detak jantung meningkat
  • Pada anak kecil, bisa muncul muntah berulang atau demam tinggi
  • Infeksi serius jika luka tidak ditangani

Jika tanda-tanda ini muncul, penanganan medis harus segera dilakukan.

Baca Juga: Jasa Anti Rayap Medan Profesional: Gratis Survey dan Garansi 5 Tahun!

Apa Pertolongan Pertama Saat Digigit Kelabang?

Kalau ada anggota keluarga yang terkena gigitan kelabang, ada beberapa pertolongan pertama yang bisa kamu lakukan untuk mencegah kondisi makin parah, antara lain:

1. Bersihkan Luka dengan Sabun dan Air Mengalir

Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah membersihkan area gigitan.

  • Cuci area gigitan dengan sabun dan air mengalir.
  • Tujuannya untuk mengurangi risiko infeksi bakteri.
  • Jangan menekan atau memijat luka terlalu keras karena bisa memperparah peradangan.

2. Kompres Dingin

Setelah luka dibersihkan, langkah selanjutnya adalah mengompres area gigitan dengan dingin. Kompres dingin membantu:

  • Mengurangi bengkak.
  • Meredakan nyeri dan rasa panas.

Gunakan es batu yang dibungkus kain bersih atau handuk tipis. Tempelkan pada area gigitan selama 10–15 menit, lalu beri jeda sebelum mengulanginya. 

Jangan menempelkan es langsung ke kulit tanpa pembungkus karena bisa menyebabkan iritasi tambahan.

Baca Juga: Dipercaya Ribuan Bisnis! Jasa Anti Rayap Bali Bergaransi

3. Oleskan Antiseptik atau Salep Antibiotik Tipis

Langkah ini penting untuk:

  • Mencegah infeksi sekunder.
  • Membantu luka tetap bersih.

Gunakan secukupnya saja. Penggunaan berlebihan tidak membuat luka lebih cepat sembuh, malah bisa menyebabkan iritasi kulit.

4. Minum Obat Pereda Nyeri atau Antihistamin

Beberapa jenis obat yang aman digunakan dalam kondisi mendesak adalah:

  • Parasetamol atau ibuprofen bisa membantu meredakan nyeri.
  • Antihistamin bisa dikonsumsi jika muncul reaksi alergi ringan, seperti gatal berlebihan atau bentol.

Pastikan konsumsinya sesuai anjuran atau dosis agar penggunaanya lebih aman.

5. Segera Bawa ke Dokter

Segera cari bantuan medis jika:

  • Bengkak tidak membaik dalam 24 jam.
  • Muncul sesak napas, pusing berat, atau reaksi alergi parah.
  • Korban adalah anak kecil, lansia, atau memiliki riwayat alergi.

Baca Juga: 5 Ciri Nyamuk Aedes Aegypti yang Tak Dimiliki Nyamuk Lain

Pestigo Sebagai Solusi Profesional untuk Mengatasi Kelabang

Pestigo hadir sebagai solusi profesional untuk mengatasi masalah kelabang secara menyeluruh.

Dalam proses penanganan, Pestigo melakukan inspeksi detail untuk menemukan habitat kelabang, mulai dari area lembap, drainase, celah dinding, hingga sarang tersembunyi.

Penanganan kelabang tidak cukup hanya membasmi yang terlihat. Diperlukan treatment profesional dengan metode yang aman, serta menjangkau langsung ke sumber masalahnya.

Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun, layanan Pestigo terbukti efektif menyelesaikan masalah berbagai jenis hama, termasuk kelabang. Dan inilah keunggulan Pestigo:

  • Teknisi bersertifikasi dan berpengalaman.
  • Produk aman untuk keluarga dan hewan peliharaan.
  • Respons cepat.
  • Berpengalaman menangani berbagai jenis hama di rumah, restoran, gudang, hingga hotel.

Tak hanya itu saja, semua layanan Pestigo sudah dilengkapi dengan garansi, lho.

Nah, kalau kamu ingin tahu cakupan layanan jasa Pestigo dan apa saja kelebihannya, yuk baca informasi lengkapnya di sini: Jasa Pest Control Andal untuk Berbagai Industri.

Sekarang sudah tahu kan, kalau mau rumah atau tempat bisnismu bersih dari ancaman hama, ya Pestigo-in aja solusinya.

Hubungi kami sekarang untuk dapatkan survei dan konsultasi gratis!

Referensi:

  • National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2025. Centipede Envenomation.
  • National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2025. Venomous Centipedes and Hymenoptera of the World.
  • World Journal of Clinical Cases. Diakses pada 2025. Myocardial Infarction Following a Centipede Bite.
  • National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2025. Anaphylaxis.
Share on Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

8 + 3 =

Need help? Let's chat with us!

We are here to help you! Do not hesitate to ask us anything. Click below to start chat.

Customer Support

Customer Support

Online

Customer Support

Hi, What can i do for you? 00.00