Kenapa Laron Suka Cahaya Lampu? Ternyata Ini Pemicunya

Saat melihat laron di malam hari, pastinya kamu menyadari kalau serangga yang satu ini suka banget berkerumun di bawah cahaya lampu.

Sebenarnya, fenomena ini bukan terjadi tanpa sebab, melainkan bagian dari respon alami laron terhadap lingkungan sekitarnya.

Meski terlihat sepele, kebiasaan laron ini menyimpan fakta menarik sekaligus potensi masalah. Kalau kamu tidak memahami fenomena ini, tanpa sadar kamu bisa saja membiarkan ancaman rayap masuk ke rumahmu.

Nggak mau, kan? Yuk, baca artikel ini biar kamu makin kenal sama laron dan bahayanya.

Kenapa Laron Suka Cahaya Lampu?

Faktor mendasar kenapa laron suka bergerombol di lampu adalah karena cahaya membantu laron bertahan hidup dan berkembang biak.

Tapi di balik itu, ada beberapa alasan biologis yang menarik dan sayangnya, cukup merugikan bagi pemilik rumah.

Phototaxis: Respon Alami Serangga terhadap Cahaya

Secara ilmiah, laron memiliki sifat phototaxis positif. Artinya, mereka secara alami bergerak menuju sumber cahaya.

Cahaya berperan sebagai alat bantu navigasi bagi rayap bersayap (laron) saat mereka terbang di malam hari. Cahaya membantu menjaga orientasi terbang dan arah pergerakan, terutama ketika laron keluar dari sarang untuk pertama kalinya.

Inilah alasan utama kenapa laron suka cahaya dan mengapa lampu rumah sering menjadi titik kumpul mereka.

Baca Juga: Ini Bahaya Gigitan Nyamuk Chikungunya dan Gejala Umumnya

Cahaya Menjadi Petunjuk Ruang Terbuka

Laron berasal dari sarang rayap yang tertutup, gelap, dan berada di dalam tanah atau kayu. Saat waktunya keluar, mereka membutuhkan tanda bahwa area di sekitarnya cukup terbuka untuk terbang.

Cahaya lampu memberikan sinyal tersebut. Area terang dianggap sebagai ruang terbuka yang aman untuk bergerak dan berkumpul. Karena itu, laron sering terlihat mengitari lampu teras, jendela, atau pintu rumah.

Fenomena ini menjelaskan mengapa laron suka cahaya, bukan karena cahaya itu sendiri, tetapi karena maknanya bagi laron sebagai penunjuk kondisi lingkungan.

Panas dari Lampu Menarik Laron

Beberapa jenis lampu menghasilkan panas, terutama lampu pijar atau lampu dengan intensitas tinggi. Panas ini dapat menjadi stimulus tambahan bagi laron untuk mendekat.

Rayap dan laron cenderung tertarik pada lingkungan yang hangat dan lembap, karena kondisi tersebut mendukung kelangsungan hidup mereka.

Di iklim tropis seperti Indonesia, kombinasi panas, kelembapan, dan cahaya membuat area sekitar lampu menjadi sangat menarik bagi laron.

Cahaya Membantu Laron Menemukan Pasangan

Tujuan utama laron keluar dari sarang adalah untuk kawin dan membentuk koloni baru. Karena banyak laron tertarik pada cahaya yang sama, area terang secara alami menjadi titik kumpul.

Kondisi ini mempermudah proses pencarian pasangan. Setelah kawin, laron akan melepaskan sayapnya dan mulai mencari lokasi baru untuk membangun koloni rayap. Inilah alasan kenapa kemunculan laron sering terjadi dalam jumlah banyak dan bersamaan.

Baca Juga: 7 Cara Ampuh Mengusir Nyamuk Secara Alami

Kapan Laron Muncul?

Laron merupakan kasta reproduktif dalam koloni rayap. Mereka hanya keluar pada waktu tertentu, ketika koloni sudah cukup besar dan siap berkembang.

Di Indonesia, laron biasanya muncul:

  • Setelah hujan.
  • Saat udara terasa lembap.
  • Di malam hari.

Kelembapan membantu laron bertahan lebih lama saat terbang. Tanpa kelembapan, tubuh mereka cepat kering dan mati.

Apakah Laron Akan Mati Jika Tidak Ada Cahaya?

Banyak yang mengira laron akan mati jika tidak ada cahaya. Padahal, laron tidak bergantung pada cahaya untuk hidup.

Cahaya hanya berfungsi sebagai alat navigasi dan titik kumpul. Banyak laron mati bukan karena tidak ada cahaya, melainkan karena:

  • Gagal menemukan pasangan.
  • Mengalami dehidrasi.
  • Diserang predator.
  • Kehabisan energi setelah fase terbang massal (swarming).

Artinya, mematikan lampu memang bisa mengurangi jumlah laron yang datang, tetapi bukan solusi akhir untuk meniadakan ancaman laron.

Baca Juga: Cari Jasa Pengendalian Kecoa? Pestigo Ahlinya

Bagaimana Cara Mencegah Laron Masuk ke Rumah?

Mengurangi kemunculan laron tidak bisa dilakukan dengan satu langkah saja. Perlu pendekatan bertahap dan konsisten, terutama saat musim hujan ketika kelembapan udara meningkat. 

Dengan kombinasi kebiasaan yang tepat dan pencegahan sederhana, risiko laron masuk ke rumah bisa ditekan sejak awal.

Kurangi Cahaya Eksternal Saat Musim Swarming

Saat musim hujan atau setelah hujan deras, laron biasanya keluar dalam jumlah besar. Pada kondisi ini, cahaya lampu menjadi pemicu utama yang menarik mereka mendekat.

Jika memungkinkan, lakukan beberapa langkah berikut:

  • Matikan lampu luar rumah di malam hari.
  • Gunakan lampu dengan spektrum yang kurang menarik bagi serangga.
  • Tutup tirai atau gorden saat lampu dalam rumah menyala.

Langkah sederhana ini membantu mengurangi daya tarik visual bagi laron. Memang tidak sepenuhnya menghilangkan, tapi cukup efektif untuk menekan jumlah laron yang datang.

Tutup Pintu & Jendela untuk Mencegah Masuknya Laron

Selain tertarik cahaya, laron juga mudah masuk melalui celah kecil yang sering luput diperhatikan. Karena itu, kondisi pintu dan jendela memegang peran penting.

Pastikan beberapa hal berikut:

  • Celah pintu dan jendela tertutup rapat.
  • Gunakan kasa pada ventilasi.
  • Periksa area yang sering terbuka di malam hari.

Dengan akses masuk yang lebih terbatas, laron akan lebih sulit masuk ke dalam rumah meskipun tertarik oleh cahaya.

Pertimbangkan Jasa Profesional Pengendalian Hama

Jika laron muncul berulang kali dan jumlahnya banyak, ini patut diwaspadai. Kondisi tersebut sering menjadi tanda adanya koloni rayap yang sudah berkembang.

Pada tahap ini, penanganan mandiri biasanya tidak cukup. Pemeriksaan profesional dibutuhkan untuk memastikan:

  • Apakah ada sarang rayap tersembunyi di dalam atau sekitar bangunan.
  • Seberapa luas aktivitas rayap yang terjadi.
  • Metode penanganan yang paling sesuai dan aman untuk jangka panjang.

Dengan bantuan profesional pengendalian hama, potensi kerusakan bisa dicegah lebih awal sebelum berdampak lebih serius pada struktur rumah.

Baca Juga: Cari Jasa Pest Control Bali Bergaransi? Pestigo Pilihannya

Solusi Pestigo untuk Mengatasi Ancaman Rayap dan Laron

Nah, jika kamu merasa ancaman laron mulai intens dan khawatir muncul sarang yang bisa membahayakan struktur rumahmu, ini pertanda sudah saatnya bekerjasama dengan jasa pest control profesional seperti Pestigo untuk menyelesaikan akar masalahnya.

Kemunculan laron bukan hal sepele dan Pestigo memahami itu. Karena itulah dalam menangani masalah ini, kami akan melakukan pemeriksaan mendalam terkait infestasi yang terjadi, mulai dari:

  • Inspeksi menyeluruh untuk menemukan jalur rayap dan sarang tersembunyi.
  • Deteksi dini kerusakan struktural yang sering luput dari mata.
  • Penggunaan metode pembasmian yang tepat sasaran.

Langkah penanganan akan dilakukan oleh tim bersertifikat dan produk yang digunakan juga terbukti aman untuk penghuni rumah dan hewan peliharaan. Jadi, hasilnya lebih efektif dan ramah lingkungan.

Mau tahu layanan bebas rayap yang pas untuk kondisi rumahmu dan keuntungan menggunakan jasa Pestigo? Yuk, simak penjelasan lengkapnya di sini: Jasa Anti Rayap Pestigo.

Jangan tunggu kerusakan akibat laron dan rayap makin parah. Segera Pestigo-in saat tanda-tanda serangan rayap mulai terlihat di rumahmu!

Referensi:

  • ResearchGate. Diakses pada 2025. Is It True That Termites (Especially Higher Ones) Cannot See the Red Color?
  • Rid-A-Way Pest Control. Diakses pada 2025. Why Termites Come Out at Night and How to Stop Them.
  • Emerson’s Envirocare. Diakses pada 2025. What Attracts Termites to Your House?
  • Open Ukrainian Citation Index (OUCI). Diakses pada 2025. Scientific Studies on Termite Behavior and Environmental Response.
  • ResearchGate. Diakses pada 2025. Light Attraction and Subsequent Colonization Behaviors of Alates and Dealates of the West Indian Drywood Termite (Isoptera: Kalotermitidae).
  • National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2025. Termite Biology, Behavior, and Environmental Interaction.
Share on Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

11 − six =

Need help? Let's chat with us!

We are here to help you! Do not hesitate to ask us anything. Click below to start chat.

Customer Support

Customer Support

Online

Customer Support

Hi, What can i do for you? 00.00