Banyak orang mengira tikus dan curut itu hewan yang sama karena bentuk tubuhnya terlihat mirip. Padahal, fakta menunjukkan kalau keduanya adalah jenis binatang yang berbeda.
Mungkin kamu termasuk sebagian yang sering terkecoh mengenalinya. Tetapi tenang aja, biar nggak salah lagi, yuk kenali perbedaan tikus dan curut lebih dalam di artikel ini.
Benarkah Tikus dan Curut Itu Tak Sama?
Itu benar banget. Tikus dan curut masuk dalam kategori hewan yang berbeda.
Tikus termasuk dalam ordo Rodentia, yaitu kelompok hewan pengerat. Ciri utamanya adalah gigi seri yang terus tumbuh dan digunakan untuk mengerat.
Curut termasuk dalam ordo Eulipotyphla, kelompok mamalia kecil pemakan serangga. Artinya, curut bukan hewan pengerat.
Dilansir dari beberapa sumber, kedua kelompok ini memiliki strategi hidup dan karakter biologis yang berbeda secara signifikan. Inilah dasar utama perbedaan tikus dan curut, yang kemudian memengaruhi perilaku, makanan, hingga risiko terhadap manusia.
Baca Juga: Kotoran Tikus Bisa Menyebabkan Penyakit Berbahaya Lho
Apa Bedanya Tikus dan Curut?
Sekilas memang mirip. Sama-sama kecil, larinya cepat, warnanya cenderung cokelat atau abu-abu. Tapi kalau diperhatikan lebih detail, bedanya tikus dan curut cukup jelas, baik dari bentuk tubuh, pola makan, sampai kebiasaannya.
Bentuk Tubuh dan Ciri Fisik
Perbedaan paling mudah dilihat ada di bagian wajah dan gigi.
Tikus:
- Memiliki gigi seri besar dan kuat untuk mengerat.
- Moncongnya relatif lebih tumpul.
- Ekor panjang dan biasanya terlihat jelas tanpa bulu lebat.
- Ukuran tubuh bervariasi, ada yang kecil seperti mencit hingga lebih besar seperti tikus got.

Karena termasuk hewan pengerat, gigi tikus terus tumbuh. Itu sebabnya mereka perlu mengerat berbagai benda, termasuk kayu, plastik, bahkan kabel.
Curut:
- Moncong sangat runcing dan memanjang.
- Mata kecil.
- Gigi tajam, tetapi bukan tipe pengerat.
- Tubuh lebih ramping dan cenderung lebih kecil dari tikus rumah.

Bentuk moncong adalah pembeda paling mudah dikenali. Jika bagian hidung terlihat panjang dan runcing seperti jarum, bisa dipastikan itu curut.
Baca Juga: Rekomendasi Jasa Pest Control Bali Bergaransi
Sistem Pencernaan dan Pola Makan
Tikus bersifat omnivora, sehingga dapat memakan hampir apa saja, mulai dari makanan manusia, biji-bijian, sampah organik, hingga kabel dan kertas. Kemampuan ini membuat tikus mudah bertahan di berbagai lingkungan.
Sebaliknya, curut adalah insektivora atau pemakan serangga. Mereka memiliki metabolisme sangat tinggi dan membutuhkan asupan makanan secara terus-menerus. Dibandingkan rodent seperti tikus, curut tidak bisa bertahan lama tanpa makanan.
Karena itu, strategi umpan yang efektif untuk tikus belum tentu berhasil untuk curut.
Perilaku dan Habitat
Tikus:
- Sering bersarang di plafon, gudang, dapur, dan saluran air.
- Membuat jalur tetap (runways).
- Mampu berkembang biak cepat.
- Adaptif terhadap bangunan manusia.
Curut:
- Lebih sering ditemukan di area lembap.
- Dekat taman, kebun, atau tempat banyak serangga.
- Jarang membentuk koloni besar di dalam bangunan.
Di wilayah tropis seperti Indonesia, tikus lebih umum menjadi hama bangunan dibanding curut.
Baca Juga: Solusi Pestigo untuk Pengendalian Tikus di Rumah Sakit
Mana yang Lebih Berbahaya, Tikus atau Curut?
Secara umum, dalam konteks kesehatan dan kerusakan properti, tikus cenderung lebih berisiko dibandingkan curut.
Risiko Penyakit dari Tikus
Melansir publikasi ilmiah di PMC, hewan pengerat berperan dalam penyebaran berbagai patogen, seperti:
- Leptospirosis
- Salmonellosis
- Hantavirus
Tikus dapat mencemari makanan dan permukaan melalui urin dan kotoran. Selain itu, kebiasaan mengerat kabel dapat meningkatkan risiko korsleting listrik.
Risiko Kesehatan dari Curut
Berbeda dengan tikus, curut tidak dikenal sebagai sumber utama penularan penyakit pada manusia. Namun sebagai hewan liar, curut tetap berpotensi membawa mikroorganisme dari lingkungan sekitarnya.
Secara umum, risikonya memang lebih rendah dibandingkan tikus. Meski begitu, kemunculan curut di dalam rumah dapat menjadi indikasi bahwa kondisi lingkungan cukup lembap atau populasi serangga di sekitar bangunan sedang tinggi.
Baca Juga: Kencing Tikus Bisa Sebabkan Kematian? Ini Fakta Leptospirosis
Apa Kelemahan Tikus dan Curut?
Memahami kelemahan masing-masing hewan sangat membantu agar proses pengendalian lebih tepat dan efisien. Meski sama-sama sering dianggap serupa, pendekatan penanganannya berbeda.
Kelemahan Tikus
- Menggunakan jalur tetap yang bisa dilacak.
- Sensitif terhadap perubahan lingkungan baru.
- Meninggalkan tanda seperti kotoran, jejak, dan bau urin.
Kelemahan Curut
- Metabolisme tinggi, tidak tahan kelaparan lama.
- Bergantung pada populasi serangga.
- Kurang adaptif terhadap lingkungan kering dan bersih.
Baca Juga: Cara Ampuh Usir Tikus di Rumah Kamu
Mengapa Tikus dan Curut Perlu Ditangani dengan Cara Berbeda?
Sekilas memang mirip. Tapi kalau sudah paham perbedaan tikus dan curut, kamu akan sadar kalau cara menanganinya nggak bisa disamaratakan.
Tikus itu omnivora dan gampang banget tertarik sama makanan manusia. Sementara curut lebih suka serangga. Nah, di sini kelihatan jelas bedanya tikus dan curut dalam hal pola makan. Jadi, kalau kamu pasang umpan nasi atau makanan manis, itu bisa efektif buat tikus, tapi belum tentu dilirik curut.
Masalahnya, banyak orang belum benar-benar memahami perbedaan tikus dan curut, sehingga metode yang dipakai sering kurang tepat.
Sudah pasang perangkap di mana-mana, tapi hamanya masih ada. Kondisi seperti ini bisa terjadi karena yang ditangani bukan spesies yang tepat.
Karena itu, dalam pest management, penanganan biasanya dilakukan lebih terarah, bukan asal pasang umpan. Langkahnya antara lain:
- Mengidentifikasi dulu jenis hewannya dengan benar.
- Mengecek sumber makanan yang tersedia di sekitar bangunan.
- Menentukan metode pengendalian sesuai perilakunya.
- Menutup celah atau akses masuk supaya tidak balik lagi (exclusion).
Kalau sejak awal sudah paham bedanya tikus dan curut, proses pengendalian biasanya lebih cepat dan hasilnya lebih tahan lama.
Baca Juga: Tips Memilih Jasa Pest Control Terbaik untuk Keluarga
Peran Jasa Pest Control dalam Menangani Tikus dan Curut

Pest control profesional seperti Pestigo akan melakukan inspeksi menyeluruh sebelum menentukan tindakan. Langkah yang umumnya dilakukan meliputi:
- Identifikasi spesies secara akurat.
- Analisis titik masuk dan sumber makanan.
- Penentuan metode pengendalian yang sesuai.
- Rekomendasi perbaikan sanitasi dan struktur bangunan.
Dengan pendekatan ini serangan hama seperti tikus bisa dikendalikan lebih baik dan hasilnya juga optimal, jika dibanding dengan cara mandiri seperti penggunaan racun atau obat-obatan lainnya yang hanya menyasar tikus yang terlihat saja.
Nah, kalau kamu ada keluhan masalah hama, serahkan saja pada Pestigo. Layanan anti tikus kami terbukti ampuh menyelesaikan sumber masalah dan ada garansi juga.
Mau tahu apa saja keunggulan penanganan hama dari Pestigo? Yuk, simak penjelasan lengkapnya di sini: Jasa Pest Control Bereskan Sarang Tikus.
Masalah tikus nggak usah khawatir! Cukup Pestigo-in rumah kamu sekarang dan rasakan nyamannya hunian tanpa hama.
Referensi:
- ResearchGate. Diakses pada 2025. Comparing Life Histories of Shrews and Rodents
- JSTOR. Diakses pada 2025. Comparative Ecology of Shrews and Rodents
- PubMed Central (PMC). Diakses pada 2025. Rodents as Reservoirs of Pathogens and Zoonotic Disease Risks
- ResearchGate. Diakses pada 2025. Behavioral Differences in Tree Shrews and Mice
- Semantic Scholar. Diakses pada 2025. Comparative Behavioral and Ecological Studies of Small Mammals







